Rabu, 23 April 2014

Perampok Kursi



Tanggal 9 april 2014 merupakan momentum bersejarah bagi masyarakat BMR . di mana pada hari tersebut masyarakat BMR bisa memberikan 1 kursi untuk DPD RI. Setelah data perhitungan dari 15 kabupaten /kota di sulawesi utara telah menentukan pilihannya untuk menempatkan wakil kita yang kita kenal dengan nama Beni ramdhani sebagai motor aspirasi rakyat bolaang mongondow raya di DPD RI 5 tahun ke depan.

Sayang perjuangan ini belum selesai ,posisi beliau yang ada di 4 besar perolehan suara setelah Maya Rumantir, Ariyanti Baramuli dan Fabian Sarundajang, terancam bisa di manipulasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, saya berani mengeluarkan opini seperti ini berdasarkan fakta dan pengalaman yang ada,. Teringat 10 tahun silam, dimana pada saat itu , masyarakar BMR sudah bergembira karena sudah pasti menempatkan alm.Hi.Djambat Damopolii sebagai salah satu calon DPD RI terpilih untuk mewakili Masyarakat BMR, namun hasil suara tersebut ternyata bisa di manipulasi dengan sangat mudah tanpa ada perlawanan dari masyarakat kita. Hanya sosok yang akrab di sapa bung beni yang berani mengaung di jalan raya kota manado demi membentangkan protes atas perlakuan yang dilakukan oknum-oknum hina tersebut. Tapi apa bisa di kata pemimpin-pemimpin bajingan itu memposisikan masyarakat kita di telapak kaki mereka. Seakan tidak mempunyai harga diri. Demi mempertebal kantong haram mereka , oknum dan lembaga yang terhormat di mata para pencuri itu bersedia melakukan manipulasi. Dengan mengabaikan undang-undang yang ada. Yah benar !yang terjadi saat itu bukanlah mengagungkan filosopi 'maju tak gentar membela yang benar' tapi, ' maju tak gentar membela yang BAYAR'. Biadab sungguh biadab.

Tutup mata dan telinga anda jika anda bukan masyarakat BMR , tidurlah di bawah telapak kaki mereka jika anda merasa tidak memiliki harga diri.
Saat mereka mengaungkan perang harga diri dengan kita, apakah anda hanya akan diam dan menjadi budak demokrasi biadab selamanya?
Cukup, cukup ,cukup .selama ini kita terdiam dalam belenggu para perampok kursi yang seharusnya menjadi hak kita.

Puluhan tahun tanah kita menjadi penyangga hidup masyarakat sulawesi utara , puluhan tahun juga kita di fitnah dan di tuduh menjadi pencuri di tanah sendiri. Emas dan padi yang menjadi kebanggan kita telah dicuri. Inilah saatnya saudaraku!

Mari, mari, mari, !!! saya mengajak kita semua , buka mata dan telinga kita, keluarlah dari telapak kaki mereka, tendang para perusak daerah kita, singkirkan para pemburu rupiah itu dari tanah kita yang tercinta TOTABUAN. Buat mereka gemetar , buat mereka takut,. Naikkan harga diri kita sebagai masyarakat BMR yang berani mengaungkan kebenaran demi anak dan cucu kita.

Bunyi palu yang kita tunggu sudah di depan mata, jangan sampai cita-cita yang sudah dekat dengan genggaman tangan kita lepas. Mari kita tempatkan Beni Rhamdani sebagai aktor yang mewakili BMR di DPD RI . karena hanya dengan adanya beliau , kita bisa mendengar bunyi palu yang kita tunggu selama ini. Yah bunyi palu pengesahan propinsi BMR.

Saya percaya dengan hanya bermatakan tekad dan keberanian sebagai pemuda Totabuan, InsyaAllah saudara-saudara bisa mencicipi hasil perjuangan kita di hari esok.
Merdeka..merdeka.....

Octavianus singal.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar